Tanggal ini dipilih sebagai ingatan akan kematian Mirabal bersaudari – Patricia, Minerva dan Maria Teresa- yang dibunuh oleh Polisi Rahasia di bawah pemerintahan diktator Rafael Trujillo di Republik Dominika pada tanggal 25 November 1960. Proposal tentang hal ini pertama kali disampaikan di Bogota, pada pertemuan Feminis Amerika Latin dan Karibia. Lebih dari 1200 perempuan memutuskan hari  khusus diperlukan agar semua masyarakat memiliki kesadaran untuk turut menghentikan pandemic ini, yaitu begitu banyaknya perempuan yang mengalami tindak kekerasan dari partner mereka.

Pada tahun 1999, tanggal 25 November 2015 ditetapkan  sebagai Hari Internasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan oleh PBB. Pada tanggal 25 November 2015, Faith-based Organizations (Organisasi Berbagis Iman), Mission 21 termasuk di dalamnya, menyerukan untuk turut ambil bagian dalam Gerakan 16 Hari Anti Kekerasan Berbasis Gender. Kampanye ini dimulai pada tanggal 25 November 2015 , Hari Internasional Anti  Kekerasan Terhadap Perempuan, dan berakhir pada tanggal 10 Desember, Hari  Hak Asasi Manusia.

Dapatkan informasi lebih lanjut di:

http://www.genderjustice-interfaith.net/