Veronica Mamani Choque, Yayasan Unatatawi, BoliviaBo

Partisipasi kaum perempuan di bidang pengambilan  keputusan bukanlah tidak ada di kotamadya Sorata, Bolivia.

Biasanya kaum laki-laki menduduki posisi pemerintahan dan memperoleh gaji, sedangkan kaum perempuan mengurus rumahn tangga dan keluarga, dan tidak dibayar.

Sistem dominasi ini, yang kita sebut patriarkhat, dapat dibuat menjadi bukan patriarkhat!

Bagaimana? Dengan merumuskan kebijakan-kebijakan umum yang kira-kira bisa membawa

pembaharuan di semua bidang yang menyebabkan kaum wanita itu tunduk terhadap kaum laki-laki.

Empat puluh perempuan dan pemimpin dari berbagai organisasi dan komunitas akar rumput di

kotamadya Sorata di propinsi Larecaja, berpartisipasi dalam sebuah diskusi panel mengenai “Keluarga Ideal,” yang diorganisir oleh Yayasan Uñatatawi. Isu-isu yang dibahas mencakup: eliminasi sistem patriarkhat, konsep-konsep tentang maskulinitas, dan hak-hak kaum perempuan.

Para pemimpin perempuan di Sorata telah menimbulkan kesadaran yang luar biasa mengenai hak-hak kaum perempuan dan karena itu juga kesadaran akan peran-peran setara antara laki-laki dan perempuan di dalam keluarga dan juga di dalam proses pengambilan keputusan organisasi-organisasi akar rumput dan pemerintahan kotamadya.

Program-program radio telah ikut menyebarluaskan konsep-konsep ini.