By Ruth Ketsia

Masih dalam rangkaian KAMPANYE PERUATI 16 HARI ANTI KEKERASAN terhadap PEREMPUAN. Kali ini BPD PERUATI Tanah Minahasa menyelenggarakan DISKUSI PUBLIK pada tanggal 6 Desember 2017 di Rumah Dinas Walikota Manado – bekerjasama dengan PKK Kota Manado, Komisi Wanita Kaum Ibu (WKI) GMIM Wilayah Manado, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A, KPA, dan SWARA PARANGPUAN SULUT (Lembaga Pengada Layanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan).

Diskusi ini fokus pada tema STOP KEKERASAN SEKSUAL. KITA BERHARGA DI MATA TUHAN – sebagai bagian keterlibatan PERUATI dalam #gerakbersama yang diinisiasi oleh KOMNAS Perempuan untuk mendesak DPR RI segera mensahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual menjadi Undang-Undang.

Ada tiga pembicara yang mengarahkan diskusi ini yaitu:

1. Pdt. Dr. Johana Setlight (Ketua BPD Tanah Minahasa) menyampaikan materi “Peran dan Kepedulian PERUATI terhadap Masalah-Masalah Kemanusiaan dan Lingkungan.
2. Ibu Pingkan Matindas (Sekretaris Dinas P3A Kota Manado) “KDRT dan Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dan Anak”.
3. Ibu Moen Djenaan (Swara Parangpuan) “RUU PKS dan Wajah Kekerasan Seksual di SULUT”.