Pada tanggal 16 Oktober 2019, Ruth Ketsia Wangkai (Ketua Badan Pengurus Nasional) PERUATI mengikuti seleksi tahap kedua yaitu Uji Publik. Tahap ini dimaksudkan untuk mengetahui wawasan dan pengetahuan di sekitar isu perempuan di Indonesia dan selain itu juga untuk memperkenalkan calon kepada publik sehingga publik bisa memberi tanggapan atau menilai kapasitas masing-masing calon. Kegiatan uji publik ini dihadiri oleh utusan lembaga negara, lembaga pendidikan dan berbagai organisasi masyarakat sipil yang ada di Indonesia

Ini pertama kalinya dalam sejarah Peruati (ATEWI= Association Theologically Educated Women in Indonesia) yang secara resmi mengirimkan wakilnya. Ruth Ketsia mendapatkan banyak surat dukungan dan rekomendasi dari berbagai lembaga yang menjadi mitra kerja Peruati selama ini antara lain : PGI, Organisasi berbasis komunitas ( organisasi lintas iman, organisasi berbasis Advokasi Gender Mainstreaming, Forum Pendampingan Korban Kekerasan, dll.

Ruth adalah salah satu peserta Training of Trainer Advokasi Women Human Rights tahun 2017..

Saya sangat senang dan bangga dengan pencapaian ini meski belum ada hasil akhir tapi kami sudah berani tampil dan maju di level yang lebih strategis di negara kami. Beberapa hari kedepan perjuangan akan terus kami lakukan yaitu membangun komunikasi yang intens dengan organisasi lain sehingga makin banyak yang akan mendukung PERUATI. Teruslah mengingat perjuangan kami dalam doamu.

Ratnawati Lesawengen